Kamis, 27 September 2018

Kisah Sukses Buruh di Lampung yang kini jadi perternak sapi hingga 1000 Ekor



Dengan ketekunan, populasi sapi lokal dapat ditingkatkan, peternak pun bisa memperoleh penghasilan yang layak. Hal itu tampak dari peternakan sapi milik Haji Mat Aji di Desa Adi Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Pria yang awalnya adalah buruh peternakan ini memulai bisnis peternakan sapi sejak 1988. Dirinya mengaku terjun ke bisnis sapi karena termotivasi ingin meningkatkan jumlah sapi di Lampung dan sekitarnya.
Peternakan sapi milik Mat Aji


"Saya mulai terjun di bidang peternakan sapi tahun 1986, waktu itu masih buruh, tuntun sapi kemana-mana. Tahun 1988-1990 sudah punya 10-30 ekor sapi. Saya pingin sapi di lampung jadi banyak," kata Mat Aji kepada detikFinance di peternakannya, Lampung, Kamis (18/2/2016).

Dari hanya memiliki 10 ekor sapi, sekarang Anggota Dewan Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) ini sudah memiliki lahan peternakan seluas 1 hektar (ha) yang dipenuhi 1.000 sapi, dengan 10 orang pekerja. Sapi-sapi ini seluruhnya lokal, tidak ada yang impor. "Ini sapi-sapinya dari Lampung dan sekitarnya. Sekarang ada kurang lebih 1.000 sapi, 300 ekor diantaranya (sapi) indukan," paparnya.

Sapi yang dimiliki Mat Aji terdiri dari beragam jenis, ada Sapi Limosin, Sapi Simental, Sapi Bali, Sapi Ongol, Sapi PO, dan sebagainya. Semuanya besar-besar, beratnya antara 700 kg hingga 1 ton per ekor sapi. Setiap bulan rata-rata lahir 30 ekor sapi, sehingga sapinya terus bertambah.
Peternakan sapi milik Mat Aji di Lampung Tengah


Pembeli sapinya berasal dari berbagai daerah, termasuk dari DKI Jakarta. Biasanya, Mat Aji menjual sapi dengan harga Rp 44.000-45.000/kg bobot hidup. Setiap bulan, rata-rata bisa terjual 15 ekor sapi. "Dijual ada ke Bandar Lampung, Bandar Jaya, Jakarta, Palembang, Prabumulih. Harganya Rp 44.000- Rp 45.000/kg bobot hidup," ucapnya.

Usaha peternakan sapi lokal, sambungnya, tak selamanya untung. Ada kalanya peternak rugi akibat kenaikan harga pakan. Permintaan juga tak menentu, pernah dalam sebulan tidak ada sapi yang terjual. Namun, dengan upaya keras usaha ini bisa menguntungkan juga, jumlah sapi pun bisa meningkat pesat.


Peternakan sapi milik Mat Aji di Lampung Tengah


"Pakannya kadang sering mahal. Kalau mahal kan kita jual sapi jadi nggak untung. Pakannya kulit singkong, bungkil kelapa, bungkil sawit, dedak. Yang penting harus tekun dan disiplin, pokoknya harus rajin," pungkasnya.

Sumber laporan : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3145284/dulu-buruh-kini-peternak-ini-punya-1000-sapi

0 komentar

Posting Komentar